Minggu, Januari 18, 2026
telitik.com
  • News
  • Politik
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Khazanah
  • Dunia
No Result
View All Result
  • News
  • Politik
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Khazanah
  • Dunia
No Result
View All Result
telitik.com
No Result
View All Result
Home News

Gawat! Sejak 2007 – 2023 Jumlah HIV-AIDS di Aceh Utara Capai 181 Kasus

Redaksi by Redaksi
24 Februari 2024
in News
0
Gawat! Sejak 2007 – 2023 Jumlah HIV-AIDS di Aceh Utara Capai 181 Kasus
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

TELITIK.com, Lhoksukon – Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara merekapitulasi jumlah kasus HIV-AIDS di kabupaten itu sepanjang tahun 2007 hingga 2023 mencapai 181 kasus (180 orang).

Sebagai mana diketahui, HIV atau singkatan dari Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang dapat melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit.

Sedangkan AIDS atau singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah kondisi di mana HIV sudah pada tahap infeksi akhir. Ketika seseorang sudah mengalami AIDS, tubuh tidak lagi memiliki kemampuan untuk melawan infeksi yang ditimbulkan. Dengan menjalani pengobatan tertentu, pengidap HIV bisa memperlambat perkembangan penyakit ini, sehingga pengidap HIV bisa menjalani hidup dengan normal.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, dr Ferianto menyampaikan, dari jumlah 181 orang penderita HIV tersebut, 72 orang di antaranya meninggal dunia. Sebagai bentuk pencegahan terhadap penyakit tersebut, Dinas Kesehatan pun terus melakukan berbagai langkah untuk meminimalisir.

“Program yang sudah Kita lakukan yaitu menjangkau populasi kunci atau orang yang beresiko terkena HIV-AIDS untuk melakukan skrining. Dalam hal ini ada delapan populasi kunci,” kata dr Ferianto, Jumat, 23 Februari 2024.

Dirincikan dr. Ferianto, delapan populasi kunci tersebut masing-masing yaitu :

  1. Ibu hamil
  2. Pasien TBC
  3. Pasien infeksi menular seksual
  4. Lelaki seks lelaki
  5. Wanita penjaja seks
  6. Waria
  7. Pengguna narkoba suntik
  8. Warga binaan penjara

Untuk skrining ibu hamil sudah dilakukan oleh semua fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) yang ada di Kabupaten Aceh Utara. Setiap ada ibu hamil K1 langsung di-skrining HIV, Sifilis dan Hepatitis karena penularan dari ibu ke anak sebesar 20 persen hingga 45 persen saat kehamilan, persalinan dan saat menyusui.

“Untuk kelompok risiko lainnya juga sudah rutin dilakukan skrining setiap 3 bulan sekali, ke warga binaan penjara (Lapas) dilakukan skrining sebanyak 4x dalam setahun,” ujar dr Ferianto lagi.

Untuk pasien HIV sendiri yang sudah mendapatkan pengobatan juga akan dilakukan pemeriksaan rutin secara berkala setiap 3-6 bulan. Pemeriksaan itu meliputi pemeriksaan Viral Load, yaitu untuk melihat keberhasilan pengobatan sampai virus tidak terdeteksi di dalam tubuh penderita.

“Kegiatan lain yang tentunya tidak berhenti dilakukan adalah peningkatan kapasitas petugas di Fasyankes agar dapat melayani dan memberikan sosialisasi terhadap masyarakat terus-menerus tentang penyakit HIV ini bagaimana cara penularannya, baik itu di tingkat masyarakat dan tingkat sekolah dan mengajak masyarakat yang merasa berisiko agar segera memeriksakan diri ke Fasyankes terdekat agar jika terinfeksi bisa langsung mendapatkan pengobatan dan akan mendapat kualitas hidup lebih baik,” pungkas dr Ferianto.[]

 

Tags: AidsheadlineHIVKesehatanPengidap HIV/AIDS
Previous Post

Kapolda Aceh Ingatkan Personelnya Bijak Menggunakan Medsos

Next Post

Ditemui Tim Ops NCS Polri, KH Nasaruddin Umar: Masjid Istiqlal jadi Jembatan Pemersatu Bangsa

Redaksi

Redaksi

Next Post
Ditemui Tim Ops NCS Polri, KH Nasaruddin Umar: Masjid Istiqlal jadi Jembatan Pemersatu Bangsa

Ditemui Tim Ops NCS Polri, KH Nasaruddin Umar: Masjid Istiqlal jadi Jembatan Pemersatu Bangsa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Antara Kebijakan dan Kriminalisasi: Membaca Kasus Gus Yaqut dengan Jernih

Antara Kebijakan dan Kriminalisasi: Membaca Kasus Gus Yaqut dengan Jernih

17 Januari 2026
Menembus Lumpur dan Sungai, Tim Kesehatan NSCC–Klinik Athari Hadirkan Harapan bagi Warga Gampong Sekumur

Menembus Lumpur dan Sungai, Tim Kesehatan NSCC–Klinik Athari Hadirkan Harapan bagi Warga Gampong Sekumur

29 Desember 2025
Gekrafs Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Langkahan, Bangun Sumur Bor untuk Warga Terdampak

Gekrafs Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Langkahan, Bangun Sumur Bor untuk Warga Terdampak

29 Desember 2025
Agam Inong Aceh Gelar Charity Night untuk Korban Bencana

Agam Inong Aceh Gelar Charity Night untuk Korban Bencana

24 Desember 2025
KNPI Nilai Kinerja Sekda Aceh Tepat dan Responsif Tangani Bencana

KNPI Nilai Kinerja Sekda Aceh Tepat dan Responsif Tangani Bencana

24 Desember 2025
Gampong Lhok Gunci yang Hilang: Saat Permukiman Warga Berubah Menjadi Alur Sungai Baru

Gampong Lhok Gunci yang Hilang: Saat Permukiman Warga Berubah Menjadi Alur Sungai Baru

23 Desember 2025
telitik.com

© 2025 TELITIK.com

  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result

© 2025 TELITIK.com