Minggu, Januari 18, 2026
telitik.com
  • News
  • Politik
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Khazanah
  • Dunia
No Result
View All Result
  • News
  • Politik
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Khazanah
  • Dunia
No Result
View All Result
telitik.com
No Result
View All Result
Home News

BMKG Ungkap Penduduk Bumi Diintai Bahaya Besar

Redaksi by Redaksi
25 Mei 2024
in News
0
Pesantren Darun Nizham Launching 114 Produk Halal dan Jasa, Ini Pesan Kepala Kemenag

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati saat konferensi pers di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), ITDC Nusa Dua, Kamis (23/5/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

TELITIK.com, Jakarta – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, sistem peringatan dini dan tindakan dini merupakan alat penting untuk mengurangi risiko bencana dan mendukung adaptasi iklim. Sayangnya, ujar dia, banyak penduduk dunia yang belum memiliki akses ke sistem peringatan dini tersebut sehingga sangat rentan menjadi korban.

Padahal, imbuh dia, bumi dan penduduknya saat ini menghadapi ancaman akibat perubahan iklim.

Dia menjelaskan, sistem peringatan dini berisi data dan informasi seputar iklim dan kondisi atmosfer serta rencana tanggapan untuk meminimalkan dampak bencana iklim. Yang berperan melindungi masyarakat terhadap meningkatnya frekuensi bencana alam.

Saat menjadi Key Speaker pada diskusi high-level panel dalam rangkaian 10th World Water Forum (WWF) di Bali, Dwikorita mengungkapkan, early warning system atau peringatan dini saat ini masih banyak ketimpangan bahkan injustice atau ketidakadilan, tak semua mendapat akses sama atau setara terhadap early warning for all tersebut.

Dwikorita pun menuturkan kembali saat gempa – tsunami menghantam Aceh pada tahun 2004 silam. Kala itu, Indonesia diakui tak berdaya saat tsunami  menyapu Aceh.

“Ketika itu, Indonesia tidak memiliki sistem peringatan dini tsunami sehingga jumlah korban yang berjatuhan sangat banyak. Bencana dahsyat tersebut menjadi titik balik bagi Indonesia dalam mengembangkan sistem peringatan dini yang lebih canggih dan efektif. Tidak hanya mengejar kecepatan, namun juga ketepatan dan akurasi,” kata Dwikorita dalam keterangan resmi, Kamis, 23 Mei 2024.

“Sejak saat itu, BMKG secara berkelanjutan terus melakukan berbagai langkah mitigasi dan inovasi sistem peringatan dini atau Early Warning System EWS) yang dirancang untuk mengurangi risiko bencana bagi masyarakat,” tambahnya.

Karena itu, imbuh dia, sistem peringatan dini lokal ataupun tradisional yang sudah ada di komunitas masyarakat harus tetap terus diterapkan bahkan diperkuat dengan diintegrasikan ke Sistem Peringatan Dini yang dibangun secara lebih moderen di tingkat nasional.

Selain itu, pelibatan partisipasi masyarakat yang disertai dengan program edukasi dan literasi, juga harus secara berkelanjutan dibangun dan dilakukan, untuk menjamin efektivitas keberhasilan Peringatan Dini yang diikuti dengan Aksi Dini secara cepat, tepat dan selamat.

“Bumi dan seluruh penduduknya menghadapi bahaya dari dampak besar perubahan iklim. Frekuensi dan intensitas kejadian cuaca ekstrem terus meningkat di seluruh penjuru Bumi sehingga sistem peringatan dini untuk semua ini menjadi sebuah kebutuhan mendesak dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang terus menerus,” kata Dwikorita.

“Karena keberhasilan sebuah sistem peringatan dini dapat terwujud, jika sistem peringatan dini tersebut dapat diakses banyak populasi. Kesenjangan antara pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam bertindak merespons cepat dan tepat terhadap peringatan tersebut semakin kecil,” tukasnya.

Di sisi lain, dia mengingatkan, keberhasilan peringatan dini tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan, tetapi juga pada keberlanjutan (continuity) dari para pemangku kebijakan dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah dirancang.

“Teknologi hanyalah alat, namun komitmen dan keberlanjutan dari pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk terus menjalankan dan memelihara SOP peringatan dini adalah kunci utama. Harapannya, keberadaan Early Warning System For All akan semakin efektif dalam menyelamatkan nyawa dan mengurangi kerugian akibat bencana di masa mendatang,” pungkas Dwikorita.[] (CNBCIndonesia.com)

Tags: bencanaBMKGPeringatan Tsunami
Previous Post

Barcelona Pecat Xavi Hernandez

Next Post

UMKM di Aceh Pasok Lobster untuk Ekspor ke China 

Redaksi

Redaksi

Next Post
UMKM di Aceh Pasok Lobster untuk Ekspor ke China 

UMKM di Aceh Pasok Lobster untuk Ekspor ke China 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Antara Kebijakan dan Kriminalisasi: Membaca Kasus Gus Yaqut dengan Jernih

Antara Kebijakan dan Kriminalisasi: Membaca Kasus Gus Yaqut dengan Jernih

17 Januari 2026
Menembus Lumpur dan Sungai, Tim Kesehatan NSCC–Klinik Athari Hadirkan Harapan bagi Warga Gampong Sekumur

Menembus Lumpur dan Sungai, Tim Kesehatan NSCC–Klinik Athari Hadirkan Harapan bagi Warga Gampong Sekumur

29 Desember 2025
Gekrafs Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Langkahan, Bangun Sumur Bor untuk Warga Terdampak

Gekrafs Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Langkahan, Bangun Sumur Bor untuk Warga Terdampak

29 Desember 2025
Agam Inong Aceh Gelar Charity Night untuk Korban Bencana

Agam Inong Aceh Gelar Charity Night untuk Korban Bencana

24 Desember 2025
KNPI Nilai Kinerja Sekda Aceh Tepat dan Responsif Tangani Bencana

KNPI Nilai Kinerja Sekda Aceh Tepat dan Responsif Tangani Bencana

24 Desember 2025
Gampong Lhok Gunci yang Hilang: Saat Permukiman Warga Berubah Menjadi Alur Sungai Baru

Gampong Lhok Gunci yang Hilang: Saat Permukiman Warga Berubah Menjadi Alur Sungai Baru

23 Desember 2025
telitik.com

© 2025 TELITIK.com

  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result

© 2025 TELITIK.com