Minggu, Januari 18, 2026
telitik.com
  • News
  • Politik
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Khazanah
  • Dunia
No Result
View All Result
  • News
  • Politik
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Khazanah
  • Dunia
No Result
View All Result
telitik.com
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Jajanan Anak Kecil yang Ternyata Mengandung Ribuan Mikroplastik

Redaksi by Redaksi
17 April 2025
in Lifestyle
0
Wanita dengan Gangguan Jiwa Ditemukan Tinggal Bersama Jasad Suami yang Membusuk
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

TELITIK.com, Banda Aceh – Sebuah studi terbaru mengungkap mengunyah permen karet, bahkan yang berlabel “alami”, dapat melepaskan ratusan hingga ribuan mikroplastik ke dalam tubuh manusia. Temuan ini disampaikan oleh para peneliti dari University of California, Los Angeles (UCLA) dalam pertemuan American Chemical Society 2025 di San Diego.

“Kita menggunakan produk plastik setiap hari, mulai dari botol hingga wadah makanan,” kata Associate Professor di bidang teknik sipil dan lingkungan di UCLA, Sanjay Mohanty mengutip laman Fox News Digital, Kamis, 10 April 2025.

“Seiring waktu, plastik akan terpecah menjadi fragmen kecil yang tidak terlihat oleh mata telanjang. Ini yang disebut mikroplastik,” ujarnya menambahkan.

Dalam studi ini, peneliti menguji 10 merek permen karet yang beredar di pasaran, terdiri dari lima merek berbahan sintetis dan lima merek berbahan alami. Namun, nama-nama merek tersebut tidak diungkapkan. Sebagian besar permen karet dibuat dari campuran bahan dasar karet, perasa, dan pemanis.

“Bahan dasar yang membuat permen karet kenyal dan tidak meleleh sebenarnya adalah polimer, yang menyerupai plastik,” jelas Mohanty.

Mahasiswa pascasarjana di UCLA, Lisa Lowe, yang ikut dalam studi ini mengatakan, produk permen karet alami menggunakan polimer berbasis tanaman yang dianggap lebih ramah lingkungan. Namun, para peneliti menemukan, permen karet alami juga tidak sepenuhnya bebas plastik.

“Hal paling mengejutkan dari studi ini adalah baik permen karet alami maupun sintetis sama-sama melepaskan banyak mikroplastik,” ujar Lisa Lowe.

Kedua jenis permen karet itu mengandung polimer yang sama, seperti poliolefin, polietilena tereftalat, poliacrilamida, dan polistirena. Mohanty menyebut kontaminasi ini bisa terjadi akibat proses pengemasan atau pengolahan produk.

Dalam penelitian tersebut, peserta mengunyah tujuh potong permen dari masing-masing merek, satu per satu, selama empat menit untuk menghasilkan sampel air liur. Hasilnya, rata-rata 100 partikel mikroplastik dilepaskan per gram permen karet, bahkan ada yang melepaskan hingga 600 partikel per gram.

“Itu berarti sekitar 200 hingga 250 mikroplastik masuk ke tubuh setiap kali kita mengunyah permen karet,” kata Mohanty.

Meski demikian, para ilmuwan belum mengetahui secara pasti dampak mikroplastik terhadap kesehatan manusia. “Kami tahu paparan asbes bisa menyebabkan kanker, tetapi dampak paparan mikroplastik belum ditetapkan,” jelas Mohanty.

Menurut mereka, saat ini, banyak studi menunjukkan mikroplastik sudah terakumulasi dalam tubuh kita. Namun, efek pastinya masih belum diketahui. National Confectioners Association (NCA) yang berbasis di Washington, D.C., menanggapi temuan ini dengan menyatakan, keamanan pangan tetap menjadi prioritas utama industri makanan manis di AS.

“Penulis studi ini sendiri mengakui bahwa temuan ini tidak perlu menimbulkan kepanikan. Permen karet aman dikonsumsi seperti yang telah terjadi selama lebih dari 100 tahun,” kata juru bicara NCA.[]

Tags: Jajanan AnakJajanan HalalMikroplastik
Previous Post

Kuliah Umum Internasional UIN Ar-Raniry Bahas Kerancuan Istilah “Petani”, “Patani”, dan “Fatoni” di Thailand Selatan

Next Post

79 Bencana Terjadi di Aceh Selama Januari-Maret 2025, Kebakaran Paling Dominan

Redaksi

Redaksi

Next Post
Zaitunnah Mengalami Patah Tulang Kaki Saat Selamatkan Diri dari Kebakaran

79 Bencana Terjadi di Aceh Selama Januari-Maret 2025, Kebakaran Paling Dominan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Antara Kebijakan dan Kriminalisasi: Membaca Kasus Gus Yaqut dengan Jernih

Antara Kebijakan dan Kriminalisasi: Membaca Kasus Gus Yaqut dengan Jernih

17 Januari 2026
Menembus Lumpur dan Sungai, Tim Kesehatan NSCC–Klinik Athari Hadirkan Harapan bagi Warga Gampong Sekumur

Menembus Lumpur dan Sungai, Tim Kesehatan NSCC–Klinik Athari Hadirkan Harapan bagi Warga Gampong Sekumur

29 Desember 2025
Gekrafs Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Langkahan, Bangun Sumur Bor untuk Warga Terdampak

Gekrafs Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Langkahan, Bangun Sumur Bor untuk Warga Terdampak

29 Desember 2025
Agam Inong Aceh Gelar Charity Night untuk Korban Bencana

Agam Inong Aceh Gelar Charity Night untuk Korban Bencana

24 Desember 2025
KNPI Nilai Kinerja Sekda Aceh Tepat dan Responsif Tangani Bencana

KNPI Nilai Kinerja Sekda Aceh Tepat dan Responsif Tangani Bencana

24 Desember 2025
Gampong Lhok Gunci yang Hilang: Saat Permukiman Warga Berubah Menjadi Alur Sungai Baru

Gampong Lhok Gunci yang Hilang: Saat Permukiman Warga Berubah Menjadi Alur Sungai Baru

23 Desember 2025
telitik.com

© 2025 TELITIK.com

  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result

© 2025 TELITIK.com