Minggu, Januari 18, 2026
telitik.com
  • News
  • Politik
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Khazanah
  • Dunia
No Result
View All Result
  • News
  • Politik
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Khazanah
  • Dunia
No Result
View All Result
telitik.com
No Result
View All Result
Home News

Kuliah Umum Internasional UIN Ar-Raniry Bahas Kerancuan Istilah “Petani”, “Patani”, dan “Fatoni” di Thailand Selatan

Rizki Fajarullah by Rizki Fajarullah
17 April 2025
in News
0
Wanita dengan Gangguan Jiwa Ditemukan Tinggal Bersama Jasad Suami yang Membusuk
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

TELITIK.com, Banda Aceh – Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menggelar Kuliah Umum Internasional bertajuk “Petani-Patani-Fatoni: Membaca Keracuan Pemikiran Masyarakat Melayu di Thailand Selatan dari Papan Batu, Papan Tanda, Papan Iklan” pada Selasa, 15 April 2025.

Acara yang berlangsung di Ruang Teater Gedung A Lantai 1 ini menghadirkan narasumber dari Thailand, Asisten Prof. H Abdul Razak Panaemalae, dosen senior di School of Political Science and Public Administration, Walailak University.

Dalam kuliahnya, Abdul Razak membedah persoalan yang tampak sepele namun mencerminkan persoalan identitas yang kompleks: kerancuan penggunaan istilah “Petani”, “Patani”, dan “Fatoni” di ruang publik Thailand Selatan. Menurutnya, kesalahan penulisan pada papan tanda, papan iklan, dan nama tempat justru menjadi gambaran bagaimana masyarakat memahami atau bahkan keliru dalam memaknai identitas wilayah mereka.

“Kesalahan ini banyak ditemukan di ruang publik. Padahal, dari penggunaan istilah saja kita bisa membaca bagaimana masyarakat memahami identitas wilayahnya,” ungkap Abdul Razak.

Ia menjelaskan bahwa “Patani” adalah istilah yang paling tepat untuk wilayah di Thailand Selatan, mengacu pada ejaan resmi dalam bahasa Thai. Sementara “Fatoni” merupakan versi klasik dari bahasa Melayu lama dan kini sudah jarang digunakan. Sedangkan “Petani” adalah kata dalam bahasa Indonesia yang berarti profesi, bukan nama tempat, dan karena itu tidak relevan dalam konteks geografis atau identitas wilayah.

“Walau terlihat seperti perbedaan kecil dalam tulisan, sebenarnya ini berdampak besar terhadap pemaknaan sejarah dan identitas,” tambahnya.

Dalam sesi diskusi, Abdul Razak juga mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada lembaga resmi di Thailand Selatan yang berperan menyeragamkan istilah atau tata bahasa Melayu, seperti halnya Balai Bahasa di Indonesia. Akibatnya, penamaan tempat masih sangat bergantung pada kebiasaan tutur masyarakat.

Tak hanya soal bahasa, ia turut menyinggung peran historis Raja Phaya Tu Nakpa dalam penyebaran Islam dan budaya Melayu di kawasan Patani.

Kuliah umum ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, peneliti, dan pemerhati budaya Melayu, khususnya yang menaruh minat pada kajian identitas dan dinamika sosial budaya masyarakat di Asia Tenggara. []

Tags: KampusKuliah UmumUIN Ar-Raniry
Previous Post

Mission Impossible Real Madrid, Tapi Bernabeu Biasanya Ciptakan Keajaiban

Next Post

Jajanan Anak Kecil yang Ternyata Mengandung Ribuan Mikroplastik

Rizki Fajarullah

Rizki Fajarullah

Next Post
Wanita dengan Gangguan Jiwa Ditemukan Tinggal Bersama Jasad Suami yang Membusuk

Jajanan Anak Kecil yang Ternyata Mengandung Ribuan Mikroplastik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Antara Kebijakan dan Kriminalisasi: Membaca Kasus Gus Yaqut dengan Jernih

Antara Kebijakan dan Kriminalisasi: Membaca Kasus Gus Yaqut dengan Jernih

17 Januari 2026
Menembus Lumpur dan Sungai, Tim Kesehatan NSCC–Klinik Athari Hadirkan Harapan bagi Warga Gampong Sekumur

Menembus Lumpur dan Sungai, Tim Kesehatan NSCC–Klinik Athari Hadirkan Harapan bagi Warga Gampong Sekumur

29 Desember 2025
Gekrafs Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Langkahan, Bangun Sumur Bor untuk Warga Terdampak

Gekrafs Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Langkahan, Bangun Sumur Bor untuk Warga Terdampak

29 Desember 2025
Agam Inong Aceh Gelar Charity Night untuk Korban Bencana

Agam Inong Aceh Gelar Charity Night untuk Korban Bencana

24 Desember 2025
KNPI Nilai Kinerja Sekda Aceh Tepat dan Responsif Tangani Bencana

KNPI Nilai Kinerja Sekda Aceh Tepat dan Responsif Tangani Bencana

24 Desember 2025
Gampong Lhok Gunci yang Hilang: Saat Permukiman Warga Berubah Menjadi Alur Sungai Baru

Gampong Lhok Gunci yang Hilang: Saat Permukiman Warga Berubah Menjadi Alur Sungai Baru

23 Desember 2025
telitik.com

© 2025 TELITIK.com

  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result

© 2025 TELITIK.com