Minggu, Januari 18, 2026
telitik.com
  • News
  • Politik
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Khazanah
  • Dunia
No Result
View All Result
  • News
  • Politik
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Khazanah
  • Dunia
No Result
View All Result
telitik.com
No Result
View All Result
Home News

Gagasan “Kota Parfum” Banda Aceh Dinilai Tergesa dan Tak Berdasar, Forbina Kritik Wali Kota Illiza

Teuku Zikra by Teuku Zikra
26 Mei 2025
in News
0
Gagasan “Kota Parfum” Banda Aceh Dinilai Tergesa dan Tak Berdasar, Forbina Kritik Wali Kota Illiza
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

TELITIK.com, Banda Aceh – Gagasan menjadikan Banda Aceh sebagai “Kota Parfum” yang digagas oleh Wali Kota Illiza Saaduddin Djamal menuai kritik tajam dari berbagai kalangan. Direktur Forum Bangun Investasi Aceh (Forbina), Muhammad Nur, menyebut branding tersebut terkesan terburu-buru, tidak berdasarkan kajian yang mendalam, dan minim partisipasi masyarakat.

“Ini bukan kehendak warga, melainkan kehendak elit. Seharusnya wacana seperti ini tumbuh dari bawah, bukan sekadar ambisi personal pemimpin,” kata Muhammad Nur dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 24 Mei 2025.

Peluncuran program “Road to Launching Banda Aceh Kota Parfum” pada 23 Mei 2025 menjadi awal dari narasi baru yang, menurut Forbina, justru berpotensi mengaburkan identitas asli Banda Aceh. Muhammad Nur mempertanyakan dasar kuat yang dimiliki kota ini untuk menyandang predikat “Kota Parfum”, mengingat minimnya industri parfum yang benar-benar mapan di daerah tersebut.

Saat ini, hanya dua produsen lokal yang dikenal memproduksi parfum, yakni Minyeuk Pret dan Neelam dari Universitas Syiah Kuala. Namun keduanya masih berskala kecil dan belum mencapai tingkat produksi industri atau ekspor. Selain itu, ekosistem nilam—bahan baku utama parfum—dinilai belum dikelola secara profesional dan terintegrasi.

“Apakah masyarakat, petani nilam, pelaku UMKM, akademisi, dan pelaku pasar telah dilibatkan dalam visi besar ini? Atau ini sekadar proyek simbolik untuk membangun pencitraan selama masa jabatan?” ujar Muhammad Nur lebih lanjut.

Menurutnya, branding kota bukan sekadar pencitraan atau slogan belaka, melainkan harus tumbuh dari realitas sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa sebelumnya Illiza pernah mengusung konsep “Kota Madani” untuk Banda Aceh, namun kini branding tersebut nyaris tidak terdengar lagi.

“Jangan sampai ‘Kota Parfum’ hanya menjadi warisan gimmick yang menguap bersama berakhirnya masa jabatan wali kota,” kritik Muhammad Nur.

Ia mendorong pemerintah kota untuk lebih fokus pada penguatan pelaku UMKM lokal agar mampu berkembang dan menembus pasar nasional hingga internasional. Menurutnya, meski Aceh memiliki potensi dalam komoditas nilam, hal tersebut belum cukup untuk mendukung branding baru tanpa kesiapan di seluruh rantai nilai—mulai dari budidaya, penyulingan, hilirisasi, hingga pemasaran.

“Branding kota tidak boleh dibangun dari angan-angan, tapi dari akar kekuatan ekonomi rakyat,” tutupnya. []

Tags: InvestasiWali Kota Banda Aceh
Previous Post

Pelabuhan Malahayati Berpotensi Jadi Pintu Utama Transformasi Logistik Laut di Aceh

Next Post

Kepmendagri Kontroversial, Forbina: Ini Ancaman Serius bagi Kedaulatan Aceh

Teuku Zikra

Teuku Zikra

Next Post
Gagasan “Kota Parfum” Banda Aceh Dinilai Tergesa dan Tak Berdasar, Forbina Kritik Wali Kota Illiza

Kepmendagri Kontroversial, Forbina: Ini Ancaman Serius bagi Kedaulatan Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Antara Kebijakan dan Kriminalisasi: Membaca Kasus Gus Yaqut dengan Jernih

Antara Kebijakan dan Kriminalisasi: Membaca Kasus Gus Yaqut dengan Jernih

17 Januari 2026
Menembus Lumpur dan Sungai, Tim Kesehatan NSCC–Klinik Athari Hadirkan Harapan bagi Warga Gampong Sekumur

Menembus Lumpur dan Sungai, Tim Kesehatan NSCC–Klinik Athari Hadirkan Harapan bagi Warga Gampong Sekumur

29 Desember 2025
Gekrafs Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Langkahan, Bangun Sumur Bor untuk Warga Terdampak

Gekrafs Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Langkahan, Bangun Sumur Bor untuk Warga Terdampak

29 Desember 2025
Agam Inong Aceh Gelar Charity Night untuk Korban Bencana

Agam Inong Aceh Gelar Charity Night untuk Korban Bencana

24 Desember 2025
KNPI Nilai Kinerja Sekda Aceh Tepat dan Responsif Tangani Bencana

KNPI Nilai Kinerja Sekda Aceh Tepat dan Responsif Tangani Bencana

24 Desember 2025
Gampong Lhok Gunci yang Hilang: Saat Permukiman Warga Berubah Menjadi Alur Sungai Baru

Gampong Lhok Gunci yang Hilang: Saat Permukiman Warga Berubah Menjadi Alur Sungai Baru

23 Desember 2025
telitik.com

© 2025 TELITIK.com

  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result

© 2025 TELITIK.com