Minggu, Januari 18, 2026
telitik.com
  • News
  • Politik
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Khazanah
  • Dunia
No Result
View All Result
  • News
  • Politik
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Khazanah
  • Dunia
No Result
View All Result
telitik.com
No Result
View All Result
Home News

Yusril Dukung Teungku Daud Beureueh Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional

Sejarah Tentang Daud Beureueh Perlu Ditulis Ulang

Zikirullah Alfarisi by Zikirullah Alfarisi
11 Juli 2025
in News, Politik
0
Yusril Ihza Mahendra

Yusril Ihza Mahendra

0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sejarah Tentang Daud Beureueh Perlu Ditulis Ulang

TELITIK.com, Banda Aceh — Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra menyatakan dukungannya atas usulan agar Teungku Muhammad Daud Beureueh dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Dukungan tersebut disampaikan dalam pidato kunci Yusril pada Seminar Nasional Teungku Daud Beureueh yang digelar di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Kamis malam, 10 Juli 2025.

Dalam pidatonya, Yusril menegaskan, perjuangan Daud Beureueh dalam melawan penjajahan Belanda dan Jepang serta komitmennya terhadap Republik Indonesia merupakan jasa besar bagi bangsa.

“Tidak semua tokoh di Aceh saat itu mendukung Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945. Sebagian justru ingin Aceh merdeka sendiri atau tetap di bawah Belanda. Namun, Teungku Daud Beureueh membela Republik dengan segenap jiwa raganya, secara politik, militer, dan diplomasi,” kata Yusril.

Ia menjelaskan, Daud Beureueh merupakan tokoh penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Pada awal 1946, keinginannya agar Aceh menjadi provinsi tersendiri dengan keistimewaan khusus disetujui langsung oleh Presiden Soekarno. Daud kemudian diangkat sebagai Gubernur Militer Aceh, Langkat, dan Tanah Karo, dengan pangkat tituler Mayor Jenderal TNI.

Namun, perjalanan politik Daud Beureueh menemui hambatan ketika Keputusan Darurat pembentukan Provinsi Aceh dicabut oleh pemerintah pusat pada 1950. Keputusan itu dijalankan oleh PM Mohammad Natsir—rekan sesama tokoh Masyumi—yang menurut Yusril, berada dalam dilema politik yang sulit.

“Karena kecewa, Daud Beureueh menyatakan pembangkangan dan menyingkir ke hutan. Tapi saat itu belum mendeklarasikan DI/TII, itu baru dilakukan pada 1953,” ujar Yusril.

Ia menilai, langkah Daud Beureueh bukan semata-mata pemberontakan, melainkan bentuk koreksi terhadap kebijakan pusat yang mengabaikan janji kepada Aceh. Bahkan setelah Provinsi Aceh dikembalikan pada 1956, kekecewaan terhadap pusat tak kunjung reda.

Yusril menekankan perlunya penulisan ulang sejarah mengenai peran Daud Beureueh, sebagaimana pemerintah telah melakukan rehabilitasi sejarah terhadap tokoh-tokoh seperti Mohammad Natsir dan Sjafruddin Prawiranegara yang sempat dicap sebagai pemberontak PRRI namun akhirnya diberi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Daud Beureueh adalah seorang Republikan sejati. Sudah saatnya bangsa ini memberikan penghargaan tertinggi berupa gelar Pahlawan Nasional atas jasa-jasa beliau,” tutup Yusril. []

Tags: Daud BeureuehTeungku Muhammad Daud BeureuehYusril Ihza Mahendra
Previous Post

Hati-hati! Modus Penipuan Catut Nama Daniel Abdul Wahab

Next Post

Kepala BPKA Dikritik Terkait Anggaran dan Perjalanan Dinas: Sebulan Bisa Dua Kali ke Jakarta

Zikirullah Alfarisi

Zikirullah Alfarisi

Next Post
Kepala BPKA Dikritik Terkait Anggaran dan Perjalanan Dinas: Sebulan Bisa Dua Kali ke Jakarta

Kepala BPKA Dikritik Terkait Anggaran dan Perjalanan Dinas: Sebulan Bisa Dua Kali ke Jakarta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Antara Kebijakan dan Kriminalisasi: Membaca Kasus Gus Yaqut dengan Jernih

Antara Kebijakan dan Kriminalisasi: Membaca Kasus Gus Yaqut dengan Jernih

17 Januari 2026
Menembus Lumpur dan Sungai, Tim Kesehatan NSCC–Klinik Athari Hadirkan Harapan bagi Warga Gampong Sekumur

Menembus Lumpur dan Sungai, Tim Kesehatan NSCC–Klinik Athari Hadirkan Harapan bagi Warga Gampong Sekumur

29 Desember 2025
Gekrafs Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Langkahan, Bangun Sumur Bor untuk Warga Terdampak

Gekrafs Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Langkahan, Bangun Sumur Bor untuk Warga Terdampak

29 Desember 2025
Agam Inong Aceh Gelar Charity Night untuk Korban Bencana

Agam Inong Aceh Gelar Charity Night untuk Korban Bencana

24 Desember 2025
KNPI Nilai Kinerja Sekda Aceh Tepat dan Responsif Tangani Bencana

KNPI Nilai Kinerja Sekda Aceh Tepat dan Responsif Tangani Bencana

24 Desember 2025
Gampong Lhok Gunci yang Hilang: Saat Permukiman Warga Berubah Menjadi Alur Sungai Baru

Gampong Lhok Gunci yang Hilang: Saat Permukiman Warga Berubah Menjadi Alur Sungai Baru

23 Desember 2025
telitik.com

© 2025 TELITIK.com

  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result

© 2025 TELITIK.com