TELITIK.com, Banda Aceh — Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA), Reza Saputra dinilai tidak konsisten dalam menggunakan anggaran di lembaga yang dipimpinnya terutama terkait pelayanan langsung kepada masyarakat.
Kritikan tersebut dilontarkan oleh Nasruddin, mantan Tapol/Napol Aceh. Dia menyoroti pernyataan BPKA yang menyebutkan tidak memiliki anggaran untuk mendukung operasional pelayanan masyarakat. Namun di sisi lain, kata dia, pejabat BPKA justru rutin melakukan perjalanan dinas ke luar daerah, termasuk ke Jakarta.
“Kepala BPKA sebulan bisa dua kali ke Jakarta, sedangkan Kaban dan staf laimnya hampir tiap bulan ke luar daerah dengan alasan koordinasi. Dari mana anggaran untuk itu?,” ujar pria yang akrab disapa Nyak Dhien Gajah, Jumat malam, 18 Juli 2025.
Ia meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kepolisian, dan Aparat Penegak Hukum (APH) lainnya untuk turun tangan mengawasi penggunaan anggaran di BPKA.
Nyak Dhien juga menyinggung lemahnya perhatian BPKA terhadap pelayanan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Samsat. Ia menyebut, BPKA baru melakukan pembayaran kebutuhan operasional seperti bahan bakar minyak (BBM), alat tulis kantor (ATK), minyak genset, alat kebersihan, hingga pemeliharaan kecil setelah enam bulan tahun berjalan.
“Padahal anggaran itu sudah jelas tertuang dalam DPA BPKA. Tapi justru sibuk bolak-balik ke Jakarta untuk urusan lobi jabatan eselon II. Banyak kegiatan yang sebenarnya bisa diwakili bidang teknis, tapi tetap dihadiri langsung demi kepentingan pribadi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nyak Dhien mendesak Gubernur Aceh agar segera mengganti Kepala BPKA karena dinilai tidak menjalankan tugasnya dengan baik.
“Kami berharap adanya penyegaran di tubuh birokrasi, khususnya di BPKA. Segera ganti Kepala BPKA,” katanya.
Nyak Dhien Gajah menduga perjalanan ke Jakarta lebih banyak terkait dengan upaya memperpanjang jabatan melalui jaringan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Kami minta BPK benar-benar mengawasi agar anggaran rakyat tidak habis hanya untuk perjalanan pejabat yang tidak produktif. Utamakan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BPKA belum memberikan tanggapan resmi atas kritik yang disampaikan Nasruddin alias Nyak Dhien Gajah tersebut. []







